March 5, 2021

Riposte App

Legenda Judi

Month: October 2020

Di masa serba sulit seperti sekarang ini, semakin banyak orang yang berusaha bertahan hidup dengan berbagai cara. Uang menjadi masalah utama manusia dimanapun dan kapanpun. Bagi orang-orang yang bepikiran pendek atau merasa memiliki talenta atau keberuntungan berlebih, sebagian besar dari mereka pasti sudah pernah mencoba atau sedang menjalankan kegiatan berjudi. Bertempat di kota terbesar ketiga di Taiwan, atau lebih tepatnya di Taichung, terjadi sebuah fenomena perjudian aneh disana dimana dokter, perawat, dan bahkan keluarga pasien kanker stadium akhir menjadikan pasien yang sedang dalam keadaan kritis tersebut sebagai objek perjudian. Banyak sekali warga di kota tersebut yang bertaruh tentang berapa lama peluang hidup dari para pasien kanker kritis tersebut. Untuk penggemar dan penggiat judi, bertaruh peluang hidup seperti ini mungkin mereka rasakan sebagai tantangan yang sangat menggiurkan. Terlebih lagi iming-iming hadiah uang yang bisa mereka dapatkan hingga berkali-kali lipat. Judi semacam ini merupakan salah satu bentuk perjudian jahat bawah tanah yang disinyalir bernilai sebesar $30 juta USD.

Berbagai sarana perjudian pun tersebar di berbagai klub di sepanjang jalan raya Taichung. Klub ini biasa menggunakan konsep dan nama organisasi amal untuk mengelabui pihak berwenang. Yang membuat lebih parah lagi adalah para pemain judi ini adalah dokter, perawat, dan bahkan anggota keluarga pasien itu sendiri. Permainan judi tipe ini sangatlah simple. Seorang pasien kanker stadium akhir dimasukkan ke dalam permainan, para pemain wajib bertaruh minimal $40 USD. Jika pasien meninggal dalam jangka waktu satu bulan, bandar berhak atas semua uang taruhan tersebut, akan tetapi jika pasien berhasil melewati masa itu, maka bandar akan membayar para pemain setiap hari atau setiap minggu nya selama pasien masih bertahan hidup, maksimal hingga enam bulan.

analisa dokter

Pihak keluarga pun harus bersedia jika kerabat mereka yang sedang kritis itu dijadikan objek perjudian, tentunya dengan iming-iming dari bandar bahwa pihak keluarga akan menerima 10% dari total taruhan yang masuk. Dengan adanya fenomena ini, bangsal rumah sakit pun terlihat penuh sesak bukan hanya oleh kerabat yang menjaga dan merawat namun juga oleh para penjudi yang sekaligus ikut memeriksa tanda-tanda vital pasien, mendiskusikan kemungkinkan kesembuhan pasien, hingga ikut mendoakan dan menyemangati para pasien supaya bisa bertahan hidup lebih lama lagi semata-mata hanya demi memenangkan taruhan yang mereka buat kepada bandar. Tentunya praktek illegal perjudian ini penuh dengan intrik dan konspirasi. Baik dari sisi bandar maupun penjudi, keduanya saling berusaha menggunakan segala cara demi kemenangan mereka. Bahkan di beberapa kasus, pihak bandar menawarkan sejumlah uang kontan kepada dokter dan perawat supaya pasien objek judi tersebut tidak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang maksimal sehingga peluang hidupnya semakin kecil dan singkat. Tentunya banyak dokter dan perawat yang tergiur sampai akhirnya menyetujui tawaran bandar tersebut. Sebaliknya dari sisi para penjudi pun, mereka berusaha sekuat mungkin untuk memberikan support kepada keluarga dan pasien kanker kritis supaya pasien tersebut dapat lekas sembuh dan mereka bisa memenangkan uang dari taruhan.

Fenomena aneh ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang karena selain praktek judi ini illegal serta tidak berijin, konsep dari perjudian jahat inipun sudah termasuk tindakan kriminal dan menyalahi hak asasi manusia. Namun, kembali lagi kepada insting manusia, mereka melakukan semua itu hanya untuk bertahan hidup di dunia yang semakin gila ini. Tak ayal, mereka pun kehilangan akal sehatnya dan menghalalkan semua cara demi memperoleh uang sebanyak mungkin untuk bertahan hidup.